Kamis, 11 Oktober 2018

MODEL PEMBELAJARAN PADA SAINS

MODEL- MODEL PEMBELAJARAN

Pengertian model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. 
Model pembelajaran merupakan bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Ada banyak model pembelajaran dan beberapa yang disarankan di dalam kurikulum 2013 diantaranya adalah:
1. Inquiry Based Learning
2. Discovery Based Learning
3. Project Based Learning
4. Problem Based Learning
Berikut ini sedikit uraian penjelasan langkah-langkah dari tiap model pembelajaran.

1. Inquiry Based Learning

Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Observasi/Mengamati 
  • Mengajukan pertanyaan 
  • Mengajukan dugaan atau kemungkinan jawaban/ mengasosiasi atau melakukan penalaran
  • Mengumpulkan data yang terakait dengan dugaan atau pertanyaan yang diajukan/memprediksi dugaan
  • Merumuskan kesimpulan-kesimpulan berdasarkan data yang telah diolah atau dianalisis, mempresentasikan atau menyajikan hasil temuannya.

2. Discovery Based Learning

Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Stimulation (memberi stimulus); bacaan, atau gambar, atau situasi, sesuai dengan materi pembelajaran/topik/tema. 
  • Problem Statement (mengidentifikasi masalah); menemukan permasalahan menanya, mencari informasi, dan merumuskan masalah.
  • Data Collecting (mengumpulkan data); mencari dan mengumpulkan data/informasi, melatih ketelitian, akurasi, dan kejujuran, mencari atau merumuskan berbagai alternatif pemecahan masalah
  • Data Processing (mengolah data); mencoba dan mengeksplorasi pengetahuan konseptualnya,  melatih keterampilan berfikir logis dan aplikatif.
  • Verification (memferifikasi); mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data, mencari sumber yang relevan baik dari buku atau media, mengasosiasikannya menjadi suatu kesimpulan.
  • Generalization (menyimpulkan); melatih pengetahuan metakognisi peserta didik.

3. Problem Based Learning

Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Orientasi pada masalah; mengamati masalah yang menjadi objek pembelajaran.
  • Pengorganisasian kegiatan pembelajaran; menyampaikan berbagai pertanyaan (atau menanya)  terhadap malasalah kajian.
  • Penyelidikan mandiri dan kelompok; melakukan percobaan (mencoba) untuk memperoleh data dalam rangka menyelesaikan masalah yang dikaji.
  • Pengembangan dan Penyajian hasil; mengasosiasi data yang ditemukan dengan berbagai data lain dari berbagai sumber. 
  • Analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; 

4. Project  Based Learning

Langkah-langkah atau sintaks nya adalah sebagai berikut:
  • Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek; langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam  terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada.
  • Mendesain perencanaan proyek; menyusun perencanaan proyek bisa melalui percobaan.
  • Menyusun jadwal sebgai langkah nyata dari sebuah proyek.
  • Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek; mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan.
  • Menguji hasil;  Fakta dan data dihubungkan dengan berbagai data lain.
  • Mengevaluasi kegiatan/pengalaman; mengevaluasi kegiatan sebagai acuan perbaikan untuk tugas proyek pada mata pelajaran yang sama atau mata pelajaran lain. 

METODE PEMBELAJARAN

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Di dalam kurikulum 2013 disarankan metode pembelajaran dalam kelas diantaranya adalah: 
- Diskusi
- Eksperimen
- Demonstrasi
- Simulasi
Jika semua itu dapat diimplementasikan dengan benar sesuai yang diharapkan maka keseluruhan kompetensi yang mencakup 4 ranah, yaitu kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan akan dapat dicapai oleh peserta didik sesuai dengan tuntutan Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Terima kasih sudah berkunjung, semoga memberi manfaat.
 
1.Dalam menimplementasikan model pembelajaran tersebut terdapat kelemahan dan kelebihan,bagaimana cara guru agar kelemahan pada model pembelajaran tersebut dapat diatasi?
2. Bagaimana peran guru agar menjadi fasilitator yang baik dalam menerapkan model pembelajran tersebut?
3.Apakah desain model pembelajaran tersebut pasti membuat peserta didik memahami materi yang disampaikan oleh guru?
 
 

14 komentar:

  1. Assalamualaikum, artikel yang sangat menarik.
    Saya akan coba menanggapi pertanyaan nomor 1
    Cara guru menyikapi kekukekuranpada setiap model adalah dengan mempersiapkan alternatif pemecahan masalah. Bisa dengan menggunakan media, sumber belajar, dan atau metode yang sesuai

    BalasHapus
  2. Salah satu cara agar guru dapat menjadi fasilitatir yg baik buat siswanya adalah memahami psikologi setiap peserta didik terlebih dahulu, krn setiap peserta didik memiliki kemampuan yg berbeda2 dalam memahami ataupun menangkap materi yg diajarkan oleh seorang guru, selanjutnya guru harus bs memilih metode mana yg paling baik digunakan dalam proses pembelajaran yang akan digunakan dalam mengajar. Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan ihwan,
      guru sebagai fasilitatir yang baik harus memahami karakter peserta didiknya selain itu guru harus pandai dalam penyampaian materi, dapat menggunakan media pembelajaran, dan dapat pula menggunakan tekhnologi dalam pembelajaran, serta pandai membimbimg peserta didiknya dengan baik

      Hapus
  3. Untuk pertanyaan
    Terakhir, setiap model ada kelemaham, jika bisa diatasi dengan benar oleh pendidik. Maka dapat dipastikan materi akan tersampaikan dengan baik

    BalasHapus
  4. Terima kasih artikelnya...sangat bermanfaat
    Kata PASTI, menurut saya penerapan model pembelajaran tersebut belum tentu dapat membuat peserta didik memahami materi dengan baik meskipun guru sudah melaksanakan desainnya sesuai dg langkah langkah kegiatan pembelajaran. Karakteristik peserta didik, suasana kelas, dan hal hal tak terduga lainnya akan sangat perlu diwaspadai

    BalasHapus
  5. Baik saudari kk sukmawati saya sedikkt menambahkan utk point 2 peran guru sbb:

    1. Guru sbg Informator. Sebagai pelaksana mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.
    2. Guru sbg Organisator. Pengelola kegiatan akademik, silabus, workshop, jadwal pelajaran dan lain-lain. Organisasi komponen-komponen kegiatan belajar harus diatur oleh guru agar dapat mencapai efektivitas dan efisiensi dalam belajar pada diri guru maupun siswa.
    3. Guru sbg Motivator. peran sebagai motivator penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dan pengembangan kegiatan belajar siswa. Guru harus mampu memberikan rangsangan, dorongan serta reinforcement untuk mengembangkan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas), sehingga akan terjadi dinamika dalam proses belajar.
    4. Pengarah atau Director. Guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.
    5. Guru sbg Inisiator. Guru sebagai pencetus ide-ide dalam proses belajar. Ide-ide yang dicetuskan hendaknya adalah ide-ide kreatif yang dapat dicontoh oleh anak didik.
    6. Guru sbg Transmitter. Dalam kegiatan belajar mengajar guru juga akan bertindak selakuk penyebar kebijaksanaan pendidikan dan pengetahuan.
    7. Guru sbg Fasilitator. Guru wajib memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar mengajar misalnya dengan menciptakan susana kegiatan pembelajaran yang kondusif, seerasi dengan perkembangan siswa, sehingga interaksi belajar mengajar berlangsung efektif dan optimal.
    8. Guru sbg Mediator. Mediator ini dapat diartikan sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa. Misalnya saja menengahi atau memberikan jalan keluar atau solusi ketika diskusi tidak berjalan dengan baik. Mediator juga dapat diartikan sebagai penyedia media pembelajaran, guru menentukan media pembelajaran mana yang tepat digunakan dalam pembelajaran.
    9. Guru sbg Evaluator. Guru memiliki tugas untuk menilai dan mengamati perkembangan prestasi belajar peserta didik. Guru memiliki otoritas penuh dalam menilai peserta didik, namun demikian evaluasi tetap harus dilaksanakan dengan objektif. Evaluasi yang dilakukan guru harus dilakukan dengan metode dan prosedur tertentu yang telah direncanakan sebelum kegiatan pembelajaran dimulai.
    Terimakasih

    BalasHapus
  6. pertanyaan no 3. kita tidak dapat memastikannya karena banyak faktor yang dapat mempengaruhi pemahaman siswa

    BalasHapus
  7. saya akan menjawab pertanyaan nomor 1
    masing-masing model pembelajaran memiliki kelemahan/ kekurangan, cara mengatasinya adalah guru boleh saja menginovasikan atau memodifikasi model embelajaran yang ada sesusai dengan versi guru itu sendiri,
    modifikasi dan inovasi ini bertujuan untuk melengkapi atau menutupi kekeurangan setiap model pembelajara agar dapat menunjang proses pemebelajarn dengan baik

    BalasHapus
  8. Menjawab pertanyaan no 3. Tidk pasti. Karna setiao ank memiliki karakter berbeda* dan guru harus mampu dan mngetahui hal tsb. Terimaksih

    BalasHapus
  9. Menanggapi pertanyaan nomor 2 guru sebagai fasilitator adalah guru yang mampu membaca karakter siswa dan guru yang mampu menguasai karakter siswa dan mampu menguasai bahan yang akan di ajarkan

    BalasHapus
  10. saya akan menanggapi pertanyaan no 2 tentang peran guru agar menjadi fasilitator yang baik dalam menerapkan model pembelajaran yaitu dengan cara guru memberikan arahan atau masukan kepada siswa, membimbing siswa dalam mengerjakan tugas sehingga siswa mampu bersikap aktif dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus
  11. Artikel yang sangat menarik. Saya akan menanggapi pertanyaan no 3. Apakah desain model pembelajaran tersebut pasti membuat peserta didik memahami materi yang disampaikan oleh guru? Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagus apapun materi pembelajaran tetap punya kelemahan ya. Apa lagi dengan keberagamana peserta didik. Disini peran guru lagi bagaimana menginovasi maupun kombinasi model pembelajaran dan disesuaikan dengan materi pelajaran.terima kasih

    BalasHapus
  12. Menurut saya seorang guru harus memahami peran dia di dalam model tersebut sehingga tidak ada kerancuan saat proses pembelajaran berlangsung.

    BalasHapus
  13. Pertanyaan nmor 2 : peran guru agar menjadi fasilitator yang baik dalam menerapkan model pembelajaran yaitu dengan cara guru memberikan arahan atau masukan kepada siswa, membimbing siswa dalam mengerjakan tugas sehingga siswa mampu bersikap aktif dalam proses pembelajaran.

    BalasHapus

SUKMA PRABOWO

THE MADELINE HUNTER MODEL    SINTAK MODEL PEMBELAJARAN MADELINE HUNTER FASE SINTAK AWAL INOVASI SINTAK ...